Puji syukur penulis panjatakan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan berkah, rahmat, dan hidayah – Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Praktek Pengalaman Lapangan dengan tepat waktu.
Penyusunan laporan ini dimaksudkan untuk melengkapi syarat mata kuliah yang ditempuh pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pancasakti Tegal, dan juga dalam rangka ikut mengembangkan ilmu pengetahuan yang ada.
Maka dari itu tidak lupa ucapan terima kasih yang setulus – tulusnya penulis sampaikan pada semua pihak yang telah membantu lancarnya penulisan laporan ini. Kami yakin tanpa pihak – pihak terkait, laporan ini tidak akan terselesikan dengan baik. Ucapan terima kasih penulis ucapkan kepada :
1. Prof. Dr. H. Tri Jaka Kartana M.Si., selaku Rektor Universitas Panjasakti Tegal.
2. Dr. H. Basukiyanto, M.Pd., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pancasakti Tegal.
3. Drs. Royim, M.Pd, selaku Kelapa SMA Al-Irsyad Tegal.
4. Taufiqullah, S.Pd, selaku Dosen Pembimbing Lapangan Progdi Pendidikan Bahasa Inggris.
5. Citra Wulandhona, S.Pd, selaku Guru Pamong yang telah banyak membantu dalam pelaksanaan PPL.
6. Bapak dan Ibu Guru serta Staf SMA Al-Irsyad Tegal yang telah banyak membantu dalam pelaksanaan PPL.
7. Semua pihak yang membantu dalam pelaksanaan PPL maupun penyusunan laporan ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan Laporan Praktek Pengalaman Lapangan ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu segala kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan laporan ini. Akhirnya penulis berharap semoga laporan ini dapat berguna bagi pembaca dan semua pihak.
Tegal, Desember 2009
Penulis
Tampilkan postingan dengan label Laporan PPL SMA AL-IRSYAD Kota TEGAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Laporan PPL SMA AL-IRSYAD Kota TEGAL. Tampilkan semua postingan
BAB I PENDAHULUAN
A.Sejarah Singkat Berdirinya SMA Al-Irsyad Tegal
SMA Al-Irsyad Tegal didirikan pada tahun 1985, oleh Yayasan Al-Irsyad Al-Islamiyah yang terletak di Jl. Gajah Mada No 128 Kodya Tegal, dengan surat keputusan Kepala Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah dengan Nomor : 2114/103/I-87.
Dari awal mulai berdiri yaitu tahun 1987 sampai sekarang, SMA Al-Irsyad Tegal telah mengalami empat kali Akreditasi :
1. Akreditasi pertama, diakui dengan No SK 011/C/Kop/I/1989 tanggal 1 Februari 1989.
2. Akreditasi kedua, disamakan 1994 dengan No piagam 03.827 (U) tertanggal 24 maret 1998.
3. Akreditasi ketiga, terakreditasi B tanggal 20 April 2004 dengan No 03 MA.
4. Keempat disamakan terakreditasi A tanggal 29 september 2007 No : PROP-03 MA 213.
B.Struktur Organisasi SMA Al-Irsyad Tegal
Pengorganisasian merupakan proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber data yang dimilikinya, dan lingkungan yang melingkupinya. Struktur organisasi (design organisasi) dapat didefinisikan sebagai mekanisme-mekanisme formal dengan nama organisasi yang dikelola.
Struktur organisasi menunjukan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan diantara fungsi-fungsi, bagian-bagian atau posisi-posisi, maupun orang-orang yang menunjukan kedudukan, tugas, wewenang dan tanggung jawab yang berbeda-beda dalam suatu organisasi. Struktur ini mengandung unsur-unsur spesialisasi kerja, standarisasi, sentralisasi atau disentralisasi dalam pembuatan keputusan dan besaran (ukuran) suatu kerja. Dengan struktur organisasi tersebut diharapkan SMA Al-Irsyad Tegal dapat melaksanakan fungsinya untuk turut mencedaskan kehidupan bangsa. Adapun struktur oraganisasi SMA Al-Irsyad Tegal sebagaimana terlampir.
C.GBPP dan Kurikulum Mata Pelajaran yang Berlaku
1.GBPP yang berlaku
Dalam Pelaksanaan proses belajar mengajar, penyusunan Garis Besar Program Pengajaran (GBPP), silabus dan SKL mutlak diperlukan. Seorang pengajar sebelum melakukan tugas mengajar di kelas, terlebih dahulu harus menyusun atau paling tidak mengetahui Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP). Silabus dan Standard Kompetensi Lulusan (SKL) atau sering disebut Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mata pelajaran yang akan diajarkan. Penyusunan GBPP, silabus dan KKM dapat dilakukan sendiri oleh guru mata pelajaran, atau dibuat oleh lembaga penyelenggara pendidikan. Penyusunan GBPP.
Silabus adalah rencana pemebelajaran dan atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok atau pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber /bahan/alat belajar.
Silabus juga dapat diartikan sebagai penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian.
Sedangkan SKL atau KKM merupakan suatu standar kelulusan siswa yang dibuat oleh sekolah. Hal ini dilakukan untuk mengetahui batas minimal nilai standar kelulusan siswa atau batas ketuntasan nilai siswa atas kebijakan sekolah.
5. Kurikulum mata pelajaran yang berlaku
Kurkulum yang digunakan di SMA Al-Irsyad Tegal adalah KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan).
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan ajar pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potesi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik.
Oleh sebab itu, kurikulum disusun olah Satuan Pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yand ada didaerah. Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional.
KTSP merupakan kurikulum operasioanal yang disusun oleh dan dilaksanakan dimasing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus.
KTSP dikembangakan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut:
1.Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.
2.Beragam dan terpadu.
3.Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan juga seni.
4.Relevan dengan kebutuhan kehidupan.
5.Menyeluruh dan berkesinambungan.
6.Belajar sepanjang hayat.
7.Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.
D.Materi/Bahan Mata Pelajaran Bahasa Inggris
Materi/bahan mata pelajaran Bahasa Inggris kelas X, XI, XII di SMA Al-Irsayd Tegal tercantum dalam silabus (terlampir). Berhubung penulis mengajar di kelas X maka penulis mengambil materi yang terdapat didalam silabus kelas X (terlampir).
E.Pendekatan dan Metode Pembelajaran Mata Pelajaran Bahasa Inggris
Metode yang dilakukan oleh penulis selama melakukan PPL di SMA Al-Irsyad Tegal adalah sebagai berikut :
1. Discourse Analisis
Dalam memberikan materi penulis menggunakan metode discourse analisis yaitu pemberian materi yang disesuaikan dengan teks-teks sesuai dengan konteks kehidupan sehari-hari.
2. Metode Ceramah
Metode ceramamh adalah metode dengan penuturan bahan pelajaran secara lisan.
3. Metode Tanya Jawab
Metode Tanya jawab adalah metode mengajar yang memungkinkan terjadi komunikasi langsung yang bersifat two way traffic sebab pada saat yang sam terjadi dialog antara guru dan siswa. Guru bertanya dan siswa menjawab sebaliknya.
4. Metode Problem Solving
Metode Problem Solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berfikir, sebab dalam Problem Solving dapat menggunakan metode-metode lainnya dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan.
5. Metode listening to the recordings
Metode ini dilakukan pada saat pengajaran listening skill. Untuk mengaplikasikan metode ini kedalam suatu pengajaran materi, pengajar atau guru harus menggunakan laboratorium bahasa, agar epnyampaian materi lebih efesien.
6. Metode Dril (latihan)
Metode latihan pada umumnya digunakan untuk memperoleh suatu ketangkasan atau ketrampilan dari apa yang telah dipelajari.
SMA Al-Irsyad Tegal didirikan pada tahun 1985, oleh Yayasan Al-Irsyad Al-Islamiyah yang terletak di Jl. Gajah Mada No 128 Kodya Tegal, dengan surat keputusan Kepala Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah dengan Nomor : 2114/103/I-87.
Dari awal mulai berdiri yaitu tahun 1987 sampai sekarang, SMA Al-Irsyad Tegal telah mengalami empat kali Akreditasi :
1. Akreditasi pertama, diakui dengan No SK 011/C/Kop/I/1989 tanggal 1 Februari 1989.
2. Akreditasi kedua, disamakan 1994 dengan No piagam 03.827 (U) tertanggal 24 maret 1998.
3. Akreditasi ketiga, terakreditasi B tanggal 20 April 2004 dengan No 03 MA.
4. Keempat disamakan terakreditasi A tanggal 29 september 2007 No : PROP-03 MA 213.
B.Struktur Organisasi SMA Al-Irsyad Tegal
Pengorganisasian merupakan proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber data yang dimilikinya, dan lingkungan yang melingkupinya. Struktur organisasi (design organisasi) dapat didefinisikan sebagai mekanisme-mekanisme formal dengan nama organisasi yang dikelola.
Struktur organisasi menunjukan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan diantara fungsi-fungsi, bagian-bagian atau posisi-posisi, maupun orang-orang yang menunjukan kedudukan, tugas, wewenang dan tanggung jawab yang berbeda-beda dalam suatu organisasi. Struktur ini mengandung unsur-unsur spesialisasi kerja, standarisasi, sentralisasi atau disentralisasi dalam pembuatan keputusan dan besaran (ukuran) suatu kerja. Dengan struktur organisasi tersebut diharapkan SMA Al-Irsyad Tegal dapat melaksanakan fungsinya untuk turut mencedaskan kehidupan bangsa. Adapun struktur oraganisasi SMA Al-Irsyad Tegal sebagaimana terlampir.
C.GBPP dan Kurikulum Mata Pelajaran yang Berlaku
1.GBPP yang berlaku
Dalam Pelaksanaan proses belajar mengajar, penyusunan Garis Besar Program Pengajaran (GBPP), silabus dan SKL mutlak diperlukan. Seorang pengajar sebelum melakukan tugas mengajar di kelas, terlebih dahulu harus menyusun atau paling tidak mengetahui Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP). Silabus dan Standard Kompetensi Lulusan (SKL) atau sering disebut Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mata pelajaran yang akan diajarkan. Penyusunan GBPP, silabus dan KKM dapat dilakukan sendiri oleh guru mata pelajaran, atau dibuat oleh lembaga penyelenggara pendidikan. Penyusunan GBPP.
Silabus adalah rencana pemebelajaran dan atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok atau pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber /bahan/alat belajar.
Silabus juga dapat diartikan sebagai penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian.
Sedangkan SKL atau KKM merupakan suatu standar kelulusan siswa yang dibuat oleh sekolah. Hal ini dilakukan untuk mengetahui batas minimal nilai standar kelulusan siswa atau batas ketuntasan nilai siswa atas kebijakan sekolah.
5. Kurikulum mata pelajaran yang berlaku
Kurkulum yang digunakan di SMA Al-Irsyad Tegal adalah KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan).
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan ajar pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potesi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik.
Oleh sebab itu, kurikulum disusun olah Satuan Pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yand ada didaerah. Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional.
KTSP merupakan kurikulum operasioanal yang disusun oleh dan dilaksanakan dimasing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus.
KTSP dikembangakan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut:
1.Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.
2.Beragam dan terpadu.
3.Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan juga seni.
4.Relevan dengan kebutuhan kehidupan.
5.Menyeluruh dan berkesinambungan.
6.Belajar sepanjang hayat.
7.Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.
D.Materi/Bahan Mata Pelajaran Bahasa Inggris
Materi/bahan mata pelajaran Bahasa Inggris kelas X, XI, XII di SMA Al-Irsayd Tegal tercantum dalam silabus (terlampir). Berhubung penulis mengajar di kelas X maka penulis mengambil materi yang terdapat didalam silabus kelas X (terlampir).
E.Pendekatan dan Metode Pembelajaran Mata Pelajaran Bahasa Inggris
Metode yang dilakukan oleh penulis selama melakukan PPL di SMA Al-Irsyad Tegal adalah sebagai berikut :
1. Discourse Analisis
Dalam memberikan materi penulis menggunakan metode discourse analisis yaitu pemberian materi yang disesuaikan dengan teks-teks sesuai dengan konteks kehidupan sehari-hari.
2. Metode Ceramah
Metode ceramamh adalah metode dengan penuturan bahan pelajaran secara lisan.
3. Metode Tanya Jawab
Metode Tanya jawab adalah metode mengajar yang memungkinkan terjadi komunikasi langsung yang bersifat two way traffic sebab pada saat yang sam terjadi dialog antara guru dan siswa. Guru bertanya dan siswa menjawab sebaliknya.
4. Metode Problem Solving
Metode Problem Solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berfikir, sebab dalam Problem Solving dapat menggunakan metode-metode lainnya dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan.
5. Metode listening to the recordings
Metode ini dilakukan pada saat pengajaran listening skill. Untuk mengaplikasikan metode ini kedalam suatu pengajaran materi, pengajar atau guru harus menggunakan laboratorium bahasa, agar epnyampaian materi lebih efesien.
6. Metode Dril (latihan)
Metode latihan pada umumnya digunakan untuk memperoleh suatu ketangkasan atau ketrampilan dari apa yang telah dipelajari.
BAB II KEGIATAN PEMBELAJARAN
A. Perencanaan Pembelajaran
Perencanaan pembelajaran mengacu pada silabus atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran untuk dikembangkan dan dipersiapkan sebelum proses belajar mengajar. Adapun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sebagaimana terlampir.
B. Pelaksanaan Pembelajaran
1. Penerjunan
Kegiatan Prektek Pengalaman Lapangan (PPL) diterjunkan pada tanggal 13 Oktober 2009 pukul 10.00 WIB yang diterima oleh kepala sekolah dan sebagian guru SMA Al-Irsyad di ruang Serbaguna Jl. Gajah Mada no. 128. Peserta PPL dilepas oleh guru pamong masing-masing, adapun jurusan yang diterjunkan antara lain Jurusan Bimbingan Konseling, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan Ekonomi sebanyak 49 Mahasiswa. Sebagian Mahasiswa dibagi 2 dalam praktek megajar yaitu di Jl. Glatik dan Jl. Gajah Mada. Setelah penerjunan mahasiswa praktikan melakukan observasi dengan didampingi oleh guru pamong masing-masing.
2. Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran di kelas X.1 SMA Al-Irsyad Tegal. Dalam setiap pertemuan penulis diberi waktu 2 jam pelajaran yaitu 2 x 45 menit. Sedangkan dalam satu minggu penulis diberi kesempatan 3 kali pertemuan. Setelah penulis diberi arahan dan bimbingan oleh guru pamong menyerahkan sepenuhnya kepada penulis untuk mengajar dikelas tersebut.
3. Penarikan
Penarikan Mahasiswa PPL pada tanggal 12 Oktober 2009 yang dilaksanakan di ruang Serbaguna Jl. Gajah Mada no. 128. Perwakilan Mahasiswa PPL menyerahkan kenang-kenangan sebagai ucapan terimakasih kepada sekolah prktikan.
C. Teknik Evaluasi
Dalam teknik evaluasi yang digunakan penulis adalah formatif tes dan bentuk formatif tes tersebut dibagi dua, yakni tes tertulis dan tes lisan.
Tes tertulis yang digunakan oleh penulis terdiri atas objective tes dan subjective tes.
1. Objective tes yang digunakan berupa:
• Multiple choice
Merupakan soal pilihan ganda dan bentuk penilaiannya adalah setiap jawaban yang benar akan mendapat 1 point dan yang salah mendapat 0 point. Contoh soal terlampir
• Completion
Merupakan soal yang berupa pertanyaan yang tidak lengkap dan tugas siswa melengkapinya. Bentuk penilaiannya adalah setiap jawaban mendapat point 1 jika jawaban benar dan salah mendapat 0 point. Contoh soal terlampir
2. Subjective tes yang digunakan berupa:
• Essay
Berupa pertanyaan dan siswa harus menjawab pertanyaan tersebut dengan uraian jawaban masing-masing skor yang diberikan antara 0-10 point. Contoh soal terlampir
• Tes Lisan
Tes lisan digunakan oleh penulis adalah berupa perform oleh siswa dengan cara menampilkan hasil pembelajaran mereka baik individu maupun kelompok. Skor yang diberikan antara 0-10 point.
D. Analisis dan Tindak Lanjut
Pada analisis dan tindak lanjut di sini, penyusun memberikan beberapa pertanyaan/latihan mengerjakan soal-soal atas metari yang telah dijelaskan yang kemudian dikerjakan oleh siswa. Jika jawabannya benar akan diberikan nilai sesuai dengan jumlah jawaban yang benar berdasarkan norma penilaian, tetapi jika siswa tidak mengerjakan tugasnya maka tidak mendapatkan nilai dan akan diberikan ulangan susulan. Sedangkan untuk penilaian yang kurang memenuhi standar akan diadakan remidial.
Perencanaan pembelajaran mengacu pada silabus atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran untuk dikembangkan dan dipersiapkan sebelum proses belajar mengajar. Adapun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sebagaimana terlampir.
B. Pelaksanaan Pembelajaran
1. Penerjunan
Kegiatan Prektek Pengalaman Lapangan (PPL) diterjunkan pada tanggal 13 Oktober 2009 pukul 10.00 WIB yang diterima oleh kepala sekolah dan sebagian guru SMA Al-Irsyad di ruang Serbaguna Jl. Gajah Mada no. 128. Peserta PPL dilepas oleh guru pamong masing-masing, adapun jurusan yang diterjunkan antara lain Jurusan Bimbingan Konseling, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan Ekonomi sebanyak 49 Mahasiswa. Sebagian Mahasiswa dibagi 2 dalam praktek megajar yaitu di Jl. Glatik dan Jl. Gajah Mada. Setelah penerjunan mahasiswa praktikan melakukan observasi dengan didampingi oleh guru pamong masing-masing.
2. Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran di kelas X.1 SMA Al-Irsyad Tegal. Dalam setiap pertemuan penulis diberi waktu 2 jam pelajaran yaitu 2 x 45 menit. Sedangkan dalam satu minggu penulis diberi kesempatan 3 kali pertemuan. Setelah penulis diberi arahan dan bimbingan oleh guru pamong menyerahkan sepenuhnya kepada penulis untuk mengajar dikelas tersebut.
3. Penarikan
Penarikan Mahasiswa PPL pada tanggal 12 Oktober 2009 yang dilaksanakan di ruang Serbaguna Jl. Gajah Mada no. 128. Perwakilan Mahasiswa PPL menyerahkan kenang-kenangan sebagai ucapan terimakasih kepada sekolah prktikan.
C. Teknik Evaluasi
Dalam teknik evaluasi yang digunakan penulis adalah formatif tes dan bentuk formatif tes tersebut dibagi dua, yakni tes tertulis dan tes lisan.
Tes tertulis yang digunakan oleh penulis terdiri atas objective tes dan subjective tes.
1. Objective tes yang digunakan berupa:
• Multiple choice
Merupakan soal pilihan ganda dan bentuk penilaiannya adalah setiap jawaban yang benar akan mendapat 1 point dan yang salah mendapat 0 point. Contoh soal terlampir
• Completion
Merupakan soal yang berupa pertanyaan yang tidak lengkap dan tugas siswa melengkapinya. Bentuk penilaiannya adalah setiap jawaban mendapat point 1 jika jawaban benar dan salah mendapat 0 point. Contoh soal terlampir
2. Subjective tes yang digunakan berupa:
• Essay
Berupa pertanyaan dan siswa harus menjawab pertanyaan tersebut dengan uraian jawaban masing-masing skor yang diberikan antara 0-10 point. Contoh soal terlampir
• Tes Lisan
Tes lisan digunakan oleh penulis adalah berupa perform oleh siswa dengan cara menampilkan hasil pembelajaran mereka baik individu maupun kelompok. Skor yang diberikan antara 0-10 point.
D. Analisis dan Tindak Lanjut
Pada analisis dan tindak lanjut di sini, penyusun memberikan beberapa pertanyaan/latihan mengerjakan soal-soal atas metari yang telah dijelaskan yang kemudian dikerjakan oleh siswa. Jika jawabannya benar akan diberikan nilai sesuai dengan jumlah jawaban yang benar berdasarkan norma penilaian, tetapi jika siswa tidak mengerjakan tugasnya maka tidak mendapatkan nilai dan akan diberikan ulangan susulan. Sedangkan untuk penilaian yang kurang memenuhi standar akan diadakan remidial.
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
Setelah dilaksanakan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Program Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan bagian integral dari keseluruhan program pendidikan di Universitas Pancasakti Tegal, khususnya pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang wajib diikuti dan dilaksanakan oleh setiap Mahasiswa FKIP Universitas Pancasakti Tegal.
2. Program PPL bertujuan membentuk calon-calon guru yang professional dan mampu dibidangnya masing-masing serta memberikan pengalaman mengajar kepada Mahasiswa.
3. Program Prkatek Pengalaman Lapangan ditujukan kepada Mahasiswa FKIP sebagaimana dituntut untuk dapat memecahkan suatu masalah yang dihadapi oleh siswa dalam pengajaran pada suatu lembaga dan menemukan jalan keluarnya.
4. Program Praktek Pengalaman Lapangan mendapat tanggapan yang baik dari guru-guru, staff, serta siswa SMA Al-Irsyad Tegal. Hal ini dapat dilihat dari partisipasi siswa dalam mengikuti pelajaran yang telah disampaikan oleh Mahasiswa PPL, juga dapat dilihat dari kerjasama yang baik antara Mahasiswa PPL dan kepala sekolah, segenap dewan guru, serta kariawan SMA Al-Irsyad Tegal.
5. SMA Al-Irsyad Tegal merupakan tempat praktik keguruan yang memadai dan dinilai baik.
B. Saran-saran
Setelah penulis melakuakan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) yang bertempat di SMA Al-Irsayad, penulis mempunyai beberapa saran diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Kami berharap rasa persaudaraan dan kekeluargaan lebih ditingkatkan lagi, baik sesama Mahasiswa maupun antar Mahasiswa dan guru-guru SMA Al-Irsyad Tegal.
2. Disiplin siswa, guru maupun Mahasiswa PPL dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar perlu lebih ditingkatkan lagi, untuk yang sudah baik agar tetap dipertahankan.
3. Ketertiban siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran perlu ditingkatkan lagi agar materi pembelajaran dapat diserap dengan baik.
4. Sarana balajar/ sumber-sumber buku pelajaran atau buku paket bagi siswa, guru, maupun Mahasiswa PPL perlu untuk dilengkapi lagi untuk bisa menunjang keberhasilan belajar dan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
5. Jadikan program PPL sebagai sarana yag dapat membentuk sikap dan perilaku Mahasiswa FKIP sebagai calon guru masa depan yang professional.
Setelah dilaksanakan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Program Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan bagian integral dari keseluruhan program pendidikan di Universitas Pancasakti Tegal, khususnya pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang wajib diikuti dan dilaksanakan oleh setiap Mahasiswa FKIP Universitas Pancasakti Tegal.
2. Program PPL bertujuan membentuk calon-calon guru yang professional dan mampu dibidangnya masing-masing serta memberikan pengalaman mengajar kepada Mahasiswa.
3. Program Prkatek Pengalaman Lapangan ditujukan kepada Mahasiswa FKIP sebagaimana dituntut untuk dapat memecahkan suatu masalah yang dihadapi oleh siswa dalam pengajaran pada suatu lembaga dan menemukan jalan keluarnya.
4. Program Praktek Pengalaman Lapangan mendapat tanggapan yang baik dari guru-guru, staff, serta siswa SMA Al-Irsyad Tegal. Hal ini dapat dilihat dari partisipasi siswa dalam mengikuti pelajaran yang telah disampaikan oleh Mahasiswa PPL, juga dapat dilihat dari kerjasama yang baik antara Mahasiswa PPL dan kepala sekolah, segenap dewan guru, serta kariawan SMA Al-Irsyad Tegal.
5. SMA Al-Irsyad Tegal merupakan tempat praktik keguruan yang memadai dan dinilai baik.
B. Saran-saran
Setelah penulis melakuakan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) yang bertempat di SMA Al-Irsayad, penulis mempunyai beberapa saran diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Kami berharap rasa persaudaraan dan kekeluargaan lebih ditingkatkan lagi, baik sesama Mahasiswa maupun antar Mahasiswa dan guru-guru SMA Al-Irsyad Tegal.
2. Disiplin siswa, guru maupun Mahasiswa PPL dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar perlu lebih ditingkatkan lagi, untuk yang sudah baik agar tetap dipertahankan.
3. Ketertiban siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran perlu ditingkatkan lagi agar materi pembelajaran dapat diserap dengan baik.
4. Sarana balajar/ sumber-sumber buku pelajaran atau buku paket bagi siswa, guru, maupun Mahasiswa PPL perlu untuk dilengkapi lagi untuk bisa menunjang keberhasilan belajar dan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
5. Jadikan program PPL sebagai sarana yag dapat membentuk sikap dan perilaku Mahasiswa FKIP sebagai calon guru masa depan yang professional.
Langganan:
Postingan (Atom)